sebelum baca.. liat perkenalannya dulu yaa klik >> (o^^o)

Selasa, 21 Juni 2011

Aku Sudah Cukup Merasa Beruntung dengan Semanggi Berdaun 3

Halo. New look?
Yah, saya mau cerita sedikit :/. Bisa dibilang saya cuma terlalu menganggap suatu co-incident di hari itu :/. Well, gini... ada kejadian, waktu saya lagi main di kebun belakang sekolah sama seekor Kodok. Saya yang lagi asik mainan ilalang sambil motret sana-sini, tau tau dijejelin daun yang nggak jelas.

"Ehhh ini daunnya 4 nih!"

Kata si Kodok yang rupanya tau juga cerita tentang semanggi berdaun 4 sambil ngulurin daun kecil di tangannya.
Iya, sering denger kan? The Lucky Clover. Katanya, kalo kita nemuin semanggi berdaun 4, kita bakal dapat keberuntungan. Saya ambil daun semanggi yang dia kira berdaun 4 itu.
Saya hitung daunnya, "Ini sih cuma tiga!" sedikit kecewa, tapi seenggaknya co-incident itu udah cukup bikin saya senang.
Diam-diam saya masukkin daun semanggi itu ke tas, 'kenang-kenangan'.
Entah memang cuma saya yang terlalu melebih-lebihkan khayalan, atau memang ada konspirasi dari kejadian itu. HAHAHA. Saya harap sih ada.


dan saya pun harus cukup merasa beruntung, tanpa 4 leaves-clover :O

Ini dia, sudah layu sih, tapi masih saya simpan loh. Sakit jiwa? Bodo amat.
Mungkin dia udah lupa. Mungkin dia cuma sekedar nunjukkin tanpa ada maksud tertentu. Tapi namanya juga "hal irrasional". Kadang percakapan sepele baginya, berarti banyak buat saya. Semacam itulah.

Minggu, 19 Juni 2011

The Pathetic Runners




Jika Tuhan saja ada yang benci, apalagi saya. Hanya manusia.

Entahlah~_~

Di sisa kelas 11 ini saya merasa seperti "terlalu memedulikan sorakan penonton".

Anggap saja saya sedang lari marathon tak hingga, tidak ada yang tahu dimana letak garis finishnya. Terus berlari setiap hari. Banyak penonton yang sedang menyaksikan perjuangan saya, bersorak. Ada yang menjadikan saya makin semangat, sebagian lain juga terdengar sinis.
Bodohnya apa? Saya terlalu mementingkan suara-suara sialan itu. Mereka justru membuat saya berhenti berlari untuk membalas semua teriakan "menjatuhkan" itu, dan akhirnya saya hanya berlari di tempat. Tanpa sadar, saya ketinggalan langkah cukup jauh dari orang-orang lain. Orang-orang hebat. Para pelari cepat.
Haruskah saya memedulikan sorakan itu lagi? Saya rasa kebodohan itu cukup satu kali. Karena, saya yakin sedikit lagi sampai pada garis itu. Garis itu sepenuhnya milik saya. Penonton hanyalah sekedar penonton yang tidak merasakan rasanya berlari untuk mencapai garis finish. Mereka hanya bisa bersorak riang jika ada yang menang, mengeluh jika pelari dukungan mereka kalah. Mereka tidak lakukan apapun. Sorakan selamat atas kemenangan jika saya sampai garis nanti, tidak terlalu berguna. Juga sorakan sinis mereka, tidak akan memperlambat lari saya. Sebaiknya saya kembali berlari. Tanpa memedulikan para penyorak sinting itu. Ya.
So, i feel no worry about my haters anymore. :)

Because, I'm The Pathetic Runner

Senin, 02 Mei 2011


bagus gak?? -____- buatnya bingung. hahaha maaf ya postnya gajelas gini, pengen ngeblog cuma gangerti

mine


cek ini deh. hehehe -_- saya tuker tukeran gambar gitu sm anak kelas, namanya rizki budi. gue ngasih gambar ini, dia ngegambar kucing. kontras. keliatan siapa yg garang

apa ini namanya? -_- tabrakan gue maren

YA ALLAH YA TUHAN!!!! Kemaren (21/04) tabrakan!!
Aaaa ya allah makasih udh diselametin -_- gatau apa jadinya kalo ga ada keajaiban.

Gagal parah deh. Kemaren kan mau bawa sepeda dari bengkel yg deket pertim, sepeda mama yang baru diambil dr bengkel, mu buat hadiah mama. -,- baru selesai padahal.

Yaoloh, jadi kan gini, gue jalan dari jembatan tol pertim menuju belokan ke jalan potong, gue abis dr bengkel sm bokap ngambil sepeda untuk mama. Bokap ngendarain mobil, gue yg bawa sepedanya. nah pas masuk situ gue ngegowes sepeda rada kenceng, kebeneran celana gue bukan yg ngepas, rada apa ya, cutbray kali eh gakdeng, gombrong sebenernya. Nah, terus……

Belokan…… Mulus.

Jalan dikit…… Nyantai.

pindah gigi 2 - 5, tau tau nyangkut!
Nah pas nyangkut itu gue panik, ditambah lagi celana gue masuk ke gearnya kelibet rante. Gue langsung ngeliat kebawah, rada panik, bahaya kan bisa jatoh itu, mana kaki gue ga nyampe2 amat. Aaaaaa parah.
Secara nggak sadar ternyata stang sepedanya membelok ke arah kanan, tepat dari lawan arah ada honda city type z warna merah dikendarain seorang cewe meluncur rada kenceng. Gilak pas kepala gue ngadep atas lagi baru sadar, dan itupun Udah deket banget!!!. Gue banting stang ke kiri tetep ga berhasil, gue udah berusaha tapi…….

*BRAAAAKKK!!!* tabrakan nggak terhindarkan~
gelap.

buka mata. Ngejerit.

Nangis.

satu hal yang terlintas “sepeda rusak, gimana ini baru mau dikasih untuk mama”

gaada kerasa sakit sedikitpun saat itu. Gue kepikiran sama sepedanya, kaki gue kejepit diantara bamper mobil sama frame sepeda, tetep ga ngerasa sakit. Pas bangun nyari nyari sepatu, kaca mata jatoh tau kemana. Udah. udah gue pake itu sepatu sm kacamata, bokap turun dr mobil.

Gue meluk bokap. Nangis.

Jelas sebenernya gue salah, malah gue yang nangis, mbak mbaknya turun dr mobil, dan dia minta maaf. Gila, makin ngerasa bersalah gue. Percakapan dikit, gue minta maaf.

Sebenernya bampernya ‘cukup parah’ krn crank yg nyambung pedal sepeda nya aja bengkok, mesti ganti. as nya rusak, body mobilnya jelas kebaret, spionnya juga, astagfirullah. Mbaknya ga minta ganti malah minta maaf. -__- ya allah, semoga mbak2nya dapet rizki berlebih untuk benerin mobilnya, bahkan lebih lebih lebihhhhhhhh. dan saat itu sepertinya dia mau menghadiri acara resmi, bajunya rapi, dandannya juga udh rapi, rambut kayak abis blow an. Gue ngancurin mobil dan hari nya.

gue nangis lagi. Sepeda dititipin di toko deket situ, gue naik mobil, bokap ke bengkel lagi, naik motor bengkel, ngambil sepedanya. Gue nangis bukan karena sakit. Tapi gue kaget, takut, dan aaaah rasanya tabrakan gimana sih? Tabrakan sama tiang apakek mah mending, ini mobil -….- masih untung ga mati *lebay

di mobil gue diem. Ngerasain badan, kaki kayaknya rada keseleo, masabodo. Beruntungnya. Tolong underline kata ‘Beruntung’ karena beneran, gue ga luka.sedikitpun. Memar dikit doang, dipakein salep oles 5 hari juga bakal membaik. Kebeneran hari itu gue lia. Gue tetep lia, rada maksa masabodo.

Sekarang. Baru kerasa badan sakit. Di tempat tidur nih kerasa, tangan kanan gaenak, kaki kanan juga gaenak. Ah taudeh aneh rasanya. Yang pasti gue masih bersyukur sama allah, semua baik baik aja, mungkin itu buat peringatan biar gue lebih waspada. Ahhh, makasih ya allah. Demi apapun terimakasih.

HEY! check my page ya :D
btw gue emang paling jarang ngepost disini ya -_- promote qr doang haha -_-v
bentar deh, gue import dr tumblr gue ntar beberapa post yang 'seharusnya' ga di post di tumblr.

Selasa, 12 April 2011

Kau Rasa Hidupmu Sia-sia ? Pikir Lagi!

Pernah baca dongeng yang bisa kau pilih sendiri alur ceritanya? Atau... Salah satu serial Goosebumps yang punya berbagai macam ending yang tergantung oleh pilihan mu sendiri. Pernah? Tidak? Yasudahlah, aku tidak memfokuskan pada serial itu atau dongeng apapun.
Bagaimana kalau pepatah 'semua diatur oleh yang Maha Kuasa' ?? Aku yakin banyak yang tahu.

Menurutku, pepatah itu tidak sepenuhnya benar. Tuhan memang mengatur jalan cerita kehidupan kita, tapi dia tidak hanya memberi 1 jalan. Aku tidak tahu ada berapa, tapi yang pasti banyak sekali. Yang pasti ini sangat berbeda jika kalian membaca serial Goosebumps itu, kita tidak bisa meng-cancel pilihan yang sudah kita pilih jika semua berakhir tidak seperti apa yang kita harapkan. Kita tidak bisa membalik kertas itu lagi untuk mengulangi pilihan-pilihan itu. Jika kita salah pilih, maka endingnya pun akan berbeda...

Yah, ada sedikit pengalaman pribadi-hahaha.
Oke, jadi awalnya, ada seorang anak yang dulu aku suka, minta bantuanku. Tapi yang bikin sebal, dia tidak mau repot. :/ lalu aku malah menjawabnya asal dan lumayan kasar. Tidak, bukan makian, tapi semacam kalimat penolakan yang langsung pada sasaran.
(sebentar, aku merasa pernah menulis ini -,- deja vu mungkin)

Sejak saat itu dia berbeda. Tidak lagi bertanya dengan baik - seperti mengirimkan emotikon yang uh oh makes me melt.haha. Kalau saja saat itu, aku tetap bersikap baik sama dia, pasti sekarang...
Sudahlah, kalau aku ceritakan dengan detail, pasti orangnya tahu.

Mulai sekarang, aku akan memilih semuanya baik-baik. Tidak ada yang sia-sia di dunia ini. Jadi, jangan pernah meremehkan sesuatu, bahkan setitik debu sekalipun.

I Love "Dancing in The Rain"

Saya tida tahu dan saya yakin anda pun tidak tahu. -,- ya bahkan saya tidak mengerti.

Kayak yang udah saya bilang di note sebelumnya.. Hem.. Gimana nulisnya yah..
Oke, kita gunakan filosofi saja, karena saya lebih mudah menceritakan sesuatu menggunakan peribaratan.

Nah, gini..
Ada seorang anak perempuan aneh berbaju lusuh--sebagian penduduk desa itu mengkategorikan dia sebagai gadis gila, sedang bermain hujan.. Walaupun langit gelap, kadang kilat dan gemuruh berdatangan dia tetap gembira bermain dibawah hujan. Lalu ada seorang laki-laki yang memberinya payung berwarna pelangi--indah sekali.. Perempuan itu ngga tahu apakah ia akan menerima atau justru membuang payung itu.. 'cepat ambil payung ini.. Nanti kamu sakit..'
Kata laki-laki itu.
Perempuan itu memang senang sekali, tapi.. Dia lebih senang bermain di bawah hujan.
Ya, dia nggak nolak payung itu, tapi meskipun pada akhirnya dia menerima payung itu, dia ngga akan menggunakannya. Karena dia memang lebih senang berhujan-hujanan. Meskipun pada akhirnya laki-laki itu menyerah, dan lantas meninggalkan perempuan itu di bawah hujan.
'banyak yang lebih butuh payungmu daripada aku~'
Ucap gadis itu lirih.


Hellyeaaahh.
Haha. Begitulah kira-kira deformasi keadaan saat ini di otak saya yang penuh cerita dongeng murahan. haha. Saya harap anda ngerti :)

Some Reasons Why...

i don't think i need any boyf right now ..

1. Cause i don't want someone bother me when i'm doing all of my hobbies. Such as browsing,learning on web tutorial, drawing, blogging,tweeting..etc.

2. I don't want to starting any relation with someone else. well, not yet.

3. I'd like to be loved. But i love to be free.

4. You all are may like me.haha (pdbgt) oh yeah, sometimes i like you..but i'm still don't want any relationship. it would be annoying.

5. I never stayed my cell phone always by my side. my phone often has no pulse, has no batteries, has no signals, and i don't really care about that. Well, sometime i forgot where did i put my phone on.

6. You'll be so fuckin bored with me. Cause i'm pathetic. :3

7. The big IF. IFFF we're end up.. You, and i..won't be as 'crazy' as this time. We will feel some 'strange' feeling when we meet somewhere. Or badly, we're ending with a fight. So worst?


That's all. Thanks.


(oke sebenrnya mau nulis banyak..
berhubung gw nulis ini di jalan pas beli nasi goreng..
terus ada orgill.konsentrasi gw terpecah.hahahalah)

Kehilangan?

Bagaimana cara menghilangkan rasa takut kehilangan?..................

Dengan rasa tidak ingin memiliki.


Bagaimana menghilangkan rasa tidak ingin memiliki?....


Dengan rasa telah mendapatkan..... -.-


bagaimana cara mendapatkannya?

Dengan menunjukkan bahwa kamu merasa kehilangan.


Bagaimana menghilangkan rasa takut kehilangan...?


Ok. Stop. Semuanya kayak lingkaran setan. -..-''
Yang jelas saya cape berpura pura nggak tahu semua rahasia kamu.

Well.. #random~

Jumat, 01 April 2011

Monsterssss!!!

Siang siang gini ada yang aneh di pagar depan rumah gue...




diliat liat bagus juga fotonya.
padahal foto dadakan, ga pake teknik.wkkakak



YAK. ADA KUPU KUPU RAKSASAAAA..... HUOOOOHHH
Gue googling... namanya moth.. yah ujung-ujungnya ngengat. -__-
Gue kira apaan gitu yang langka.

pas googling.nemu tulisan bagus... tentang ngengat..
yang gue pertegas, itu yang paling gue suka -,-

MOTH AND BUTTERFLY by Terese Weir

Ever look in an empty cocoon as a most glorious butterfly leaves it? I’ll bet there’s a mirror in it.

When a woman loses her hair, which for her has been a safe haven and the only part of her body she truly believes is spectacular, she desperately wants to trust that her husband loves her for who she is, not for the dead protein on the top of her head. But when rage replaces reason, no soft whisper or kiss at the back of her now hairless neck is going to convince her that she is anything but a ghost of the woman she was.

Grief is inglorious. My mirror offered only heartache. The refection lied; the face I saw was a stranger’s. I had no passion in me for my husband’s touch. I wanted intimacy only with my fantasies, which were rich with beauty and wild hair and flirting, and being irresistible to any man who saw me. I ached for an embrace in our darkened bedroom to comfort me, but I wouldn’t allow it. I turned away from the one person I needed the most.

My husband continually encouraged me to remember “Terese” and learn to embrace me again as changed, but not absent from life. It took years but slowly I woke to the possibility of discovering who I was under all that hair. My security lay firmly in the strong hands of the man I’d vowed to love until my death. He carried me over many lost days. I healed.

Ironically, sadly, as the mirror stopped watching me and I began looking back, as I emerged from my cocoon to fly, I lost something. My husband left me. I listened shakily as he assured me that his decision to end our twenty years together had nothing to do with alopecia, but he admitted that my struggle with hair loss had drained him more than he’d let on. As I write this, I am still reeling and scared to pieces, (changes again), but I know as surely as anything that I will never forget all the hits he took for me as I railed at the world, pounded my fists and wondered why me, why me.

Now, I am what I am called by many – a cute bald chick – and the rest of my life is waiting. by Terese Weir


~gua gatau link benernya dimana

Senin, 07 Februari 2011

Ketika Orang Yang Jatuh Cinta Diam-Diam Sudah Lelah Jatuh Cinta Diam-Diam



Ini adalah cerita lain dari Jatuh Cinta Diam-Diam------entah apa sebutannya : sekuel atau spin off? dari bab pertama cerita Raditya Dika di Marmut Merah Jambu, dan kali ini tentang gue, gue yang nyeritain. Entah apa yang sekarang gue rasain cuma rasa naksir biasa ataupun engga, gue berharap gue bisa menceritakan semuanya disini : di blog yang cuma dikunjungi kurang lebih 557 orang dan insyaallah, gak bakal ada yang tahu tentang ini. Semoga.

*



Di hari sebuah festival kesenian jepang di SMA X dimana gue menjadi panitia intinya. Ketika itu, gue baru tahu kalau gue telah dibuat jatuh cinta sama seorang cowok kelas sebelah yang menjadi salah satu seksi pembantu diacara tersebut. Nama cowok itu Nickry, dan dia adalah orang yang sering gue becandain dan becandain gue balik pas hari-hari festival. Gue masih ingat dengan jelas bagaimana cara dia becandain gue di waktu itu-----semuanya.

Ketika itu gue baru mau masuk ruang. Didepan pintu ruang, dia menghalang-halangi gue masuk pintu itu. Gue cuma mengerang “erggggggh” dan dia cuma senyum jahil ngeliat gue. Senyum yang bagi gue mengawali gue buat bilang dalam hati : cowok ini lucu dan sepertinya asik. Itulah saat pertama gue mulai sadar ada dia.
Terus berlanjut dari hari itu, gue gantian yang becandain dia. Pas dia dapet peran jadi waiter diacara itu, gue godain-godain dia pas jadi pelayan. Sumpah, iseng aja. Gue waktu itu masih gak naksir dia, walau gak bisa dibohongin, gue mulai tertarik sama dia.
Gue bahkan sempat ngajakin dia foto. Dan fotonya di HP temen gue. Gue tidak berani mengambil foto itu, karena gue takut temen gue yang motoin itu curiga gue minta-minta foto gak penting itu (yang menurut gue penting banget). Gue males ada yang tahu gue suka dia, karena gue sudah bosan melibatkan orang untuk tahu perasaan gue yang seringkali selalu berujung pada kisah cinta yang gagal.

Harusnya sih, gue belajar dari yang lalu-lalu. Dari kisah gue ditolak secara tidak langsung sama kakak kelas, kisah gue yang suka cowok yang ternyata malah jadian sama teman atau adik kelas gue, dari kisah cinta yang entah keberapa puluh kali selalu berakhir unrequited itu. Harusnya sih. Tapi sayang, gue masih punya hati. Kalau gue masih punya hati, pastilah gue masih bisa ngerasain cinta. Kadang gue pengen seperti Summer Finn-nya 500 Days Of Summer. Yang heartless, yang loveless. Yang bisa dengan mudahnya gak punya perasaan mutusin satu cowok untuk memulai hubungan dengan cowok lain. Yang tidak percaya sama cinta, dan bisa dengan mudah berjalan dari satu perasaan keperasaan lain. Mungkin Summer Finn itu bitch dan menyebalkan, tapi kadang gue pengen jadi kaya dia.
Maka tepat dihari puncak festival lah perasaan gue itu mengindikasikan sebuah kalimat di hati gue : gue SUKA dia.
*

Ketika itu, saat itu, gue sangat sibuk mengurus ini-itu segala keperluan acara. Mondar-mandir dari sini ke situ, udah kaya gembel sok sibuk. Gue inget banget waktu itu didepan ruang multimedia-----gue tidak tahu Nickry ada didepan gue, kepala gue sedang pusing-pusingnya untuk ngurus ini-itu sampai dia becandain gue dengan cara….. NGEGELITIKIN GUE. Yap, dia lewat berpapasan dengan gue sambil ngegelitikin gue aja gitu. Waktu itu gue mikir, ya ampun gue bahkan ga temenan banget sama dia dan dia NGEGELITIKIN gue! Bagi gue, ngegelitikin adalah suatu tahap yang sangat dekat. Yang cuma dilakuin oleh sepasang orang yang sudah sangat kenal banget. Sepasang teman yang mungkin satu kelas, sepasang kekasih malah. Bukannya kita, yang baru dua hari kenal on the spot disitu.

Waktu dia ngegelitikin gue, semua rasa bete, pusing, stress gue hilang. Cuma karena gelitikan! Yes, gelitikanmu mengalihkan duniaku (?) Betapa saat itu gue tahu, suatu tindakan yang bagi orang lain biasa saja atau malah ga penting, bagi orang yang sedang jatuh cinta adalah sangat penting. Sekali. Dan itu adalah dia-----yang membuat gue merasa begitu.
Gue cuma cengengesan pas dia becandain gue, gue bales nepuk punggung dia. Dia bales dengan meremas pundak gue dan menggrepe (?) kepala gue. Satu lagi tindakan yang kelihatan biasa saja sukses membuat gue bilang----kali ini dengan sangat yakin : GUE SUKA DIA. Sampai sekarang, hal yang paling bikin gue nyesel adalah : harusnya gue becandain dia lebih banyak lagi supaya dia tahu gue ada. Supaya dia akhirnya jadi intens becandain gue. Bahkan setelah hari-hari festival itu, sampai sekarang.


Tapi sebaliknya.

Mungkin karena kita berbeda kelas, atau mungkin dia memang orangnya suka iseng dan becanda, gue tidak pernah lagi digelitikin atau diisengin seperti saat gue di festival saat itu. Gue kembali menjadi seorang cewek invisible, yang cengengesan dan ngegembel, dan gue tidak lagi digelitikin sama dia saat kita berpapasan.
“Tadi, ketika kita berpapasan, gue memandang kearah dia-----dia juga walau cuma sedetik, dan gue membuang muka gue disaat malah dia melihat gue-----gue tidak tahu apa yang mesti gue lakukan saat berhadapan dengan orang yang gue taksir, entah bagaimana dia. Dia berlalu. Karena mungkin bagi dia, dia tidak pernah merasa ada sesuatu yang special diantara kita. “

Gelitikan itu cuma terjadi saat itu juga, dan cuma gue yang mungkin kegeeran. Dia mungkin, dengan mudah melupakan itu.
Atau saat itu----saat dia menatap gue, mungkin dia mengingat gue sebagai ‘cewek berkacamata yang pernah gue isengin pas festival’ tapi setelah kita saling melewati, dia melupakan gue.
Gue tidak pernah tahu.


*
“Maw, lo tuh cantik lagi,” kata temen gue, Leni yang tahu jelas gue suka Nickry dan berusaha mencari jalan untuk memecahkan problem cinta gue.
“Coba deh lo dandan, make over, dia pasti langsung suka elo,” tambah dia. Gue cuma nyengir tokai pas dia ngomong gitu. Masalahnya cuma satu, gue gembel. Lebih spesifik lagi, gembel kelas berat. Gue tergembel diantara yang paling gembel. Gue gak tahu bagaimana cara menjadi modis, cara menjadi keren. Sebagai cewek gak gaul yang invisible dan jarang ke mall, gue gak tahu bagaimana cara berpakaian dan berdandan yang baik dan benar. Baju gue dilemari aja semuanya adalah kaos----dengan berbagai warna dan gambar, sampai-sampai kayanya gue bisa buka bisnis distro dari situ. Gue sama sekali tidak punya dress atau apalah itu must have items yang mesti dipunya seorang cewek gaul. Gue jalan ke mall atau kemanapun (resepsi pernikahan, undangan dan segala tempat), gue hanya memakai salah satu kaos dilemari gue, jeans, kacamata, sandal jepit, lengkap dengan rambut paling berantakan dan merak-merak sedunia. Gue gembel banget.

Kalau dipikir-pikir apa yang dikatain Leni itu ngingetin gue sama sinetron-sinetron FTV dan film-film chessy remaja labil. Tentang seorang cewek cupu ga bisa dandan yang lalu make over, jadi cantik dan voila! cowok yang dia suka pun jadi naksir berat sama dia. Gue ngebayangin kalau gue emang beneran bisa cantik nanti, muka Nickry ngeliat gue sambil bengong mangap-mangap dengan efek kipas angin yang mengipas-ngipasi rambutnya. Anjrit, najis banget. Apalagi kayak sinetron Inikah Rasanya yang pernah gue lihat di SCTV, pas pemeran utamanya ngeliat cewek cantik bahenol lewat. Dia mangap-mangap dongo dengan liur bak air mancur keluar dari mulutnya. Najis. Gue kebanyakan nonton sinetron alay.

Kalo diibaratkan, Nickry dan gue bagaikan Rachel Berry dan cowok anak baru yang jadi penyanyi di New Directions itu (gue ga ingat namanya). Nickry ganteng, sangat manis, berperawakan tinggi besar dengan bodi agak bongsor seperti Saipul Jamil (enggak gitu gitu juga sih) dan ya, dia anak baru di sekolah gue. Dari tipikalnya, Nickry keliatan seperti cowok gaul yang sering ke mall dan sudah pernah ngelakuin hal hal ‘wow’ saat pacaran. Mungkin dia sudah pernah ciuman berapa kali, mungkin dia sudah pernah melakukan hal-hal ‘gaul’ dengan pacar-pacarnya. Lah gue? I haven’t dating anyone (pengakuan).

Nickry orangnya agak-agak cengo------terbukti dari tingkah lakunya yang suka bengang-bengong ngeces, dan berdasarkan pengamatan pribadi gue, dia memang suka iseng dan becandain semua orang. Dia gak tahu aja, sifatnya yang suka becandain itulah yang dengan mudah bisa bikin gue jadi suka sama dia.

Sebagai orang yang jatuh cinta diam diam dengan dia, seperti apa yang dibilang Raditya Dika, gue tahu dengan jelas semua hal-hal mendetail tentang dia. Padahal kita tidak terlalu mengenal, tapi gue tahu semua hal----yang gak penting dan mungkin bagi sebagian orang absurd untuk diketahui.

Gue tahu warna kendaraan dia adalah Yamaha Mio Hitam, dan disaat pulang sekolah, dia selalu ketempat parkir lebih cepat dan jarang tinggal atau berleha-leha dulu disekolah.
Gue tahu dia jarang keluar kelas apalagi ke kantin, gue tahu dia duduk dideretan paling belakang dikelas, gue tahu siapa mantan pacar dan siapa saja teman-teman dia, gue tahu dia suka band festival macam Peewee Gaskins dan Killing Me Inside karena gue melihat info di FB nya dan gue pernah ngeliat dia minta lagu-lagu Killing Me Inside dari temen gue.

Ya, Radith bener lagi. Semua orang yang jatuh cinta diam-diam seperti seorang penguntit. Gue selalu mengetik nama dia dikotak search Facebook hampir disaat gue selalu internetan, melihat profil dan foto-foto dia, tanpa gue pernah berani nge-add dia. Entah pikiran seabsurd apa yang membuat gue bahkan ga berani buat melakukan hal sesimpel “add as a friend”. Gue hanya tidak mau dia tahu gue ada perasaan dengan dia, gue terlalu takut dan tidak yakin. Gue merasa, gue, mana mungkin bisa sama dia. Gue tahu berat bahwa kita itu beda kasta. Lagipula, siapa yang tahu dia punya pacar sekarang? Dan gimanakah pacarnya? Jangan-jangan cantik secantik dewi dan gaul? Bagaimana kalau, seperti kisah cinta gue yang sudah-sudah, dia sedang pacaran dengan orang yang gue tahu, atau malah salah satu temen gue. Siapa tahu?
Kenyataan itulah yang membuat gue tetap memilih jalan ditempat seperti ini. Gue sudah banyak menerima kecewa, penolakan dan patah hati. Gue tidak mau lagi melihat cerita yang sama terulang lagi. Gue sudah cukup.


Disatu sisi, semakin sering kita bertemu----kita berpapasan, gue merasa gue ingin sekali dia tahu gue suka dia. Gue ingin sekali dia tahu betapa sekarang hati gue terbagi antara dia dan Jirayu, betapa gue selalu melamun tidak pasti memikirkan gimana kalau kita beneran jadian, bagaimana gue selalu menahan nafas gue saat berpapasan dengan dia dan sejurus dia menjauh, gue akan nengok kebelakang melihat punggung dia. Gue pengen dia tahu, gue mikirin dia. Gue suka dia. Gue sudah cape diam-diam begini terus. Gue mungkin bisa dengan mudah ngelupain dia------seperti halnya gue melupakan cowok-cowok yang dulu gue pernah sangat taksir. Tapi gue cape, menjadikan dia satu diantara cowok-cowok itu. Gue pengen gue sama dia, dan dia tidak menjadi seperti cowok-cowok itu. Simplenya, gue pengen dia ngerasain yang gue rasain.

Padahal ketika gue pikir-pikir ulang, mungkin bisa saja gue jadian sama dia. Mungkin banget. Gue kenal semua teman cowok dia. Walau gue cupu, temen gue lumayan banyak dan temen-temen dia semuanya gue tahu. Kalau saja saat kita berpapasan gue tidak membuang muka dan malah menegur dia atau apalah, mungkin ada kesempatan diantara gue untuk bisa deket ke dia. Kalau saja, gue berani nge-add dan kirim pesan-----atau wall ke dia, mungkin kita bisa menjadi.
Dan gue mengharapkan, kalau memang semua itu mungkin, gue tidak membawa ekspektasi besar seperti halnya gue selalu membawa ekspektasi disetiap hal yang gue inginkan. Semoga saat setelah gue nulis ini, dan gue telah nge-add lo, gue tidak terlalu memikirkan itu. Semoga gue berhenti menjadi orang yang hanya bisa jatuh cinta diam-diam kali ini.

Selasa, 25 Januari 2011

Am I Obsessed With You, Superstar?


MAKA kali ini, kalau aku mesti harus menjawab pertanyaan mereka lagi, yang mereka tanyakan lebih dari berkali-kali itu, jawabannya tetap, “Aku tidak tahu.”

Apa ada yang salah dengan system kerja otakku, apa ada sekrup yang tidak beres dihatiku----apapun itu aku pikir jawabannya sendiri tidak kumengerti.

Jirayu Laongmanee sama sekali bukan yang the best only. Setiap hari, setiap bulan, setiap kali dunia mengerjapkan matanya, selalu akan ada cowok yang lebih ganteng yang menjadi superstar atau charming stuff di majalah seperti KaWanku atau Gadis. Dan bisa saja, aku akan jatuh cinta segila aku mencintai orang ini. Bisa saja, cowok itu punya kesempurnaan yang lebih berlipat-lipat dari Kao Jirayu, dan bisa saja, aku melupakan dia.

Tapi, tidak ada yang pernah tahu ‘sedekat’ apa kami sebenarnya. I’m close to him. So much. Melebihi apa yang ada dialur kenyataan sebenarnya.

Didalam dunia yang lain, ketika aku bisa menjadi apa yang aku inginkan. Dia ada, dan hanya dia. Dia yang mencium bibirku, yang memelukku, yang tahu benar siapa dan bagaimana aku.

Tidak pernah tahu apakah ini hanya semacam formula jangka pendek (seperti Rendy Ahmad, hahaha) tapi kadang melenyapkan ekspektasi lebih baik dibanding sok tahu atau mengklaim aku terobsesi parah pada orang ini. Aku hanya menikmatinya, memimpikannya, dan aku bahagia.

Tidak sampai…. tidak sampai….




Semoga cewek di foto ini kena kurap


Ya Tuhan, tahukah Kau hati siapa yang baru Kau remukkan hari ini? Dan tahukah Kau, aku menangis dengan bodoh sepanjang disekolah sampai-sampai semua teman sekelasku hampir tidak percaya aku menangis hanya karena hal ‘sekonyol’ itu. But I did. Really. Tangisan itu tangisan kecemburuan, tangisan ditinggalkan, tangisanku yang tidak bisa menerima FAKTA JAHANAM itu.

Kissing scene, J? Betapa jahatnya kau! Bukankah aku yang selama ini menemanimu dalam berpuluh-puluh kali pelukan dan beratus-ratus kecupan dalam setiap malam? Siapa dia-----si gadis berambut pendek berlagak macam bitch minta dicium??! Bahkan kalau adegan ciuman itu tidak sungguh terjadi aku akan tetapi memakimu atas ini, J. Betapa tidak relanya aku mendapati bibirmu hanya setengah jengkal dari bibir gadis bitch itu!

Harusnya kau tahu. Harusnya kau baca ini.

Harusnya kau disini. Denganku.

…Harusnya kau nyata.

Harusnya, ini salahku. Harusnya aku tidak menjadikanmu pelarian atas semua asa-asaku yang gagal di dunia nyata. Harusnya aku tidak menjadikanmu biang, dan harusnya aku tidak sangat-sangat secemburu itu. Harusnya hari ini aku tidak menangis sampai semua temanku melongok melihatku dan berkata ada apa. Kenapa. Hanya karena Jirayu?

Kau tahu apa yang mesti kukatakan saat mereka bertanya, “Ya ampun Maw, emang Jirayu kenal kamu?”

Apa yang mereka bilang, seperti pisau, menorah fakta bahwa kau adalah fatamorgana paruh waktuku.

Dan disitulah kenyataannya, memang,

Kau----Jirayu Laongmanee, kaulah fatamorgana paruh waktu. Dan macam ini, kau sudah resmi menyandang predikat baru dihidupku.

FATAMORGANA PERMANEN!

Rabu, 15 Desember 2010

Spektakuler

Selamat sore!
Gue akan mempublikasikan foto-foto fantastis gue yang bahkan belum gue publikasikan di blog gue. Spesial untuk Quatro Suram dan pembaca yang mudah-mudahan ikut suram..


Ini gue lagi bersiap-siap.

Ini gue lagi kayang.

Bagaimana? Mantap, bukan?

xoxo

-Poppy

Mau gue teriak teriak sampe mulut gue keluar Godzilla juga gak akan bisa ngerubah keadaan.

KENAPA GUE JELEK?

KENAPA GUE BEGOK?

KENAPA GUE CULUN?

KENAPA GUE GEMBEL?

KENAPA GUE SIAL MULU?

KENAPA GUE HARUS JADI GUE?

KENAPA BUKAN DIA?

ATAU DIA?

ATAU DIA YANG LAIN?

ASAL BUKAN DIRI GUE YANG RONGSOKAN INI?

GUE BENCI DIRI GUE YANG GA GUNA INI.

DEMI APAPUN, GUE PENGEN JADI ORANG LAIN.

-----------------------

Gak naif...

semua orang pasti sering ngedenger suara itu di kepala mereka.

Apalagi gue.

Yang cenderung punya kelainan OCD, MPD -_-''

[apaan tuh OCD? MPD? ah gausah dibahas. temennya capede kali -_- ] <- jayus tingkat dewa 19

Gue mau nanya..

kenapa gue susah banget buat bersyukur?

Padahal katanya Tuhan bakal nambahin kenikmatan kita, kalau kita bersyukur.

Susah banget.

Jujur. SUSAH BANGET.

Kenapa susah baangeeet??!?? [jedotin pala ke tembok]

Kadang, kalo kita nih, terutama yang perempuan.

ngeliat cewe, cantik, gaul, keren, badan ideal, rambut panjang bergelombang kerawat, putih, mulus, pinter, tajir,

pasti akan ngeliat dengan tatapan berbinar; "gue mau jadi dia..".

atau yang lebih ekstrim :

"KENAPA ADA CEWE KAYAK DIA? GOD, PLEASE.. SHUT HER DOWN! OR I'LL TURN HER OFF MANUALLY...!!!!!"

nama lainnya adalah iri, sirik, envy, enveeh.

Kadang, kalo gue lagi berbahagia nih..

tiba tiba dateng cewe yang mampu bikin gue sirik setengah mati..

[sori ya, bukan elo yang lagi baca ini...hahahahahahaaaa]

Dunia gue mendadak kelam.

Kayak ada awan mendung berjuta juta ton diatas gue. [ton?]

dan muncullah statement yang gue sadar kok, itu dosa;

"kenapa dia mesti diciptain? -,-"

"kenapa dia yang dapetin apa yang gue mau?"

"Kenapa Tuhan? Kenapa bukan Kamu kasih itu ke aku aja?"

Iyaah. Iyah gue jahat.

Gue kan suka bohong.

Bukan dalam arti yang universal ya.

Bukannya gue suka nyolongin duit temen, terus nyalahin orang.

Bukan bohong yang materialistis atau apalah gue gatau.

Tapi lebih ke arah yang bersifat "mental".

Gak jarang gue bohongin diri sendiri.

Katanya Mario Teguh, bapak bapak ber iPad, penghapus kegalauan dan kekalutan [-_-]

Orang yang mencari kebahagiaan di luar dirinya sendiri,

akan selalu menemukan kebahagiaansebagai milik orang lain.

BETUL BANGET.

GUE. orang kurus pengen gemuk, yang gemuk pengen kurus.

GUE. yang item cape cape mutihin badan, yg putih malah bejemur tanpa dosa

GUE. yang keriting pengen lurus, yang lurus pengen keriting.

Gue benci setiap liat iklan pemutih..iklan sampo..iklan diet,

iklan apapun yang banyak cewe "sempurna" itu.

Gue item gembel..

secara kasarnya, gue tipe cewe yang sukanya panas panasan siang siang sambil nyedot ingus

sekaligus nenteng es seribuan di plastik.

secara instannya, bopung.

Mereka bilang "PUTIH ITU CANTIK"

Yang secara gak langsung meng-underline "HITAM ITU JELEK HUAHAHA SEDIH IDUP LO YAAA".

Gue ceking ngacir kayak kacang panjang..

dan mungkin dari kalian ada yang bantet bogel pendek.

-__-

Mereka bilang "TUMBUH TUH KEATAS"

Siapa bilang kesamping emang?

itu hanya mempertegas kalimat "JADI ORANG JANGAN BANTET WOY WKWKWK SAKIT GUE MAH BOGEL BEGITU"

MEREKA BILANG...

JANGAN MENILAI ORANG DARI FISIK.

MEREKA BILANG..

NILAI ORANG DARI HATINYA..

MEREKA BILANG..

YAH..MEREKA SEMUA BERDUSTA -,-

dan gue baru akan percaya,

kalao ada Miss Universe super jenius tapi bogel bantet item penyet penyet palanya pitakan.

kan katanya JANGAN NILAI FISIK.

Coba gue tanya..

hari gini..mana ada yang seneng sama orang jelek?

Lo, yang baca..juga pasti ga seneng kan?

Meskipun lo tau, lo itu kemungkinan jelek..[ngina]

apapun alesannya, lo gasuka sama yang jelek.

"youuu ugleh? stupid? you're not worth at all"

Hari gini..

jangan percaya sama "aku terima kamu apa adanya".

jangan percaya sama "apapun kata mereka, aku suka sama kamu"

jangan percaya sama "seburuk apapun dirimu, aku seneng sama kamu"

EHGILALO? KALO YG LO ADEPIN ITU MIRIP SILUMAN BABI YANG SUKA NGILER NGILER DILALETIN..

LO MASIH SENENG?--__-

[ngomong apasih gue daritadi]

Gue cuma mau lebih realistis aja sekarang..

Gue ini ga ada apa apanya.

[muka sedih]

GUE ITU....

Cakep? KAGA

Pinter? BAH! APALAGI. Kimia aje kena remet.

Gaul? SEGAUL GAULNYA ANAK ALAY.

Baik? KAGAK JUGA. haha~ *___* [tatapan misterius]

Yah, mau sesering apaun gue mengutuk orang lain biar ga terlalu beruntung..

[contohnya : ngedoain cewe cantik yg sombong setengah matek itu mukanya tiba nyusruk di aspal terus mesti face off,

terus malpraktek, akhirnya mukanya berubah jadi kayak komeng lagi konstipasi]

Tetep aja, gue ini diri gue.

-,- ga bisa kan badan gue ini gue buka retsletingnya terus gue lepas,

gue pake badan cewe lain yang lebih beruntung.

Jaman gue SD..

Gue sering deh ngehayal di kamar gue yang banyak bonekanya.. [penting gak dijelasin ada boneka apa nggaknya? --]

suatu saat gue dikasih kelebayan [kelebihan] buat bisa ngerasain jadi seseorang.

Ngerasain jadi si ini, si itu, si dia, si dia, si dia yang lain lagi..

Tapi lama lama gue sadar juga sih..

"seseorang terlihat sempurna, karena kita belum mengenalnya"

yaaa...

semua orang pasti hanya nunjukin sisi baik mereka dong?

contohnya, gue punya temen. Awalnya, gue belom kenal kenal amat sama dia.

gue nilai dia itu : ganteng, cakep [?], mandiri,

kebapak-an, nyenengin, rajin ibadah, pinter, banyak guru yang seneng dia, gaul, keren.

pokoknya sampe panjang deh kebagusannnya yang gue tulis di blog gue ;)

setelah gue akrab, kenal "sedikit lebi jauh dari biasanya"..

hanya 1 kata buat dia. BRENGSEK.

-----------------------------------

Pada akhirnya, disaat gue lagi mikir "ah cewe itu sempurna banget sih.."

gue suka mengubah sudut pandang gue. mengubah peranan gue dalem pikiran gue.

bagaimana kalo ternyata, justru banyak yg anggep kita ini yang ternyata "Sempurna" ?

lo sadar gak sih..

mungkin seseorang dibelakang kita..

bahkan pengen jadi diri kita.

dia juga mikir hal yang sama.

dia anggap kita ini sempurna.

karena mereka ngga tau betapa buruknya diri kita yang sesugguhnya.

abis itu, gue ubah lagi sudut pandang gue..

jadi..

setiap gue lagi iri sama orang..

gue ngelakuin hal kayak tadi. [tadi? yang mana?]

dengan gitu, gue bisa ngurangin rasa "hate my self how luck the situation is"

meski tetep aja gue tau, itu "gak akan ngubah apapun dari diri gue yang menyedihkan ini".

Semua itu bikin gue seakan mau teriak..

"KALO MEREKA DAPETIN SEMUANYA SEMUDAH ITU..

LANTAS APA NAMANYA SEMUA JERIH PAYAH GUE??!??!"

THESE ARE PEOPLES WHO HAD BLACKLIST FROM MY AWSOME LIFE !! (did yourself include? who knows~)

1. i hate anyone who stares at me with 'you jerk!' sight.
I do hate them. Gue benci sama 'elo' yang ngeliat gue dengan tatapan seakan gue lebih rendah daripada elo, tanpa lo pikir lagi bahwa sebetulnya elo lah yang lebih rendah dibanding gue!

2. I hate anyone who said i'm hyprocratic.
Cause my self isn't the only one. Gue benci 'elo' yang bilang gue munafik ! Tanpa lo pikir bahwa yang sesungguhnya munafik itu termasuk elo! Bukan gue aja! Dan semua orang adalah hipokratik!

3. I hate anyone who too much babbling about me. even i let my self down, it doesn't mean i'd love to be underestimated. Gue benci 'elo' yang terlalu banyak komentar tentang diri gue yang minus ini. tanpa elo pernah mikir apa yang elo omongin itu ada gunanya atau tidak sama sekali buat gue. Gue menghina diri sendiri gue,bukan berati gue ngebiarin diri gue dihina orang!

4. I hate anyone who doesn't look into my eyes when they talk with me. And acts like my self unvicible. Gue benci 'elo' yang bertingkah seakan gue nggak ada di depan jidat lo yang lebar itu! Lo bertingkah seakan akan gue cuma debu terbang yang gak keliatan. Gue benci!

5. I hate anyone who said that i'm arrogant girl. Gue benci 'elo' yang bilang gue sombong,pelit atau apalah. Demi apapun lo NGGAK kenal sama gue. Jadi gausah ngomong yang seakan gue ini sahabat terburuk seumur hidup lo. Gue bakal bantu orang yang menurut gue baik. Gue gak akan pernah mau nolong orang yang dateng dateng hanya minta pertolongan. Terserah mau agama ajar tentang berbuat baik sama siapa aja. Bagi gue, berbuat baik hanya untuk orang yang gue anggap baik!

6. I hate anyone who said i'm unfriendly. Oh it caused by you are NOT my friend! Gue benci 'elo' yang bilang gue gak mau bergaul! Ya. Gue introvert. Gue lebih suka sendiri. Tapi itu gue pilih ketika ga ada temen yang gue anggap seru. Termasuk elo!

7. I hate anyone who steals all 'things' and 'thinks' of mine. Gue benci 'elo' !! Yang ngerebut semua yang gue punya. Yang gak mau kalah dari gue. Yang nganggap diri lo SUPER. Yang ngira diri lo adalah sesuatu yang gak ternilai. Yang mikir dunia bakal berenti berputar kalo lo nggak ada. Oh bitch. Lo gak lebih dari manusia 'pinggiran'. Attentionseeker. Poor you.

If you don't understand with what i've told about. Ah, do i care? I have never ever ask you to understood all of my stories.

At last, these are 7 peoples who had my blacklist. Even i do HATE EVERYONE.

Ironic is : We ignore who loves us. And love who ignores us.

Hey..tell me why?
why do everything fabulous in my life go dissapear.. then turn into a creepy cruel villainous thing?

Because my life is ironic -,-

What's ironic?
Ironic is : you through your day with laugh of fun and don't even really care with what did happen with me and what i've done today, while me, musing here thinking about what you've done in each minutes i live.

At last, i feel so freakin' silly.
Why did we think someone who never ever know our existension....?

Arievtateles : 'orang terlihat sempurna karena kamu belum mengenalnya'

Ya. Saya pernah keceplosan ngomong gitu.
Tapi setelah aku pikir pikir, itu ada benarnya jugak.

Orang emang terliat sempurna banget di mata kita. Sampe kita tau semua kebusukan kebusukannya. Baru de kita ga nilai org tu sempurna.

Gimana biar kita tau kejelekkan orang itu?

Ya mengenalnya.

Taroan deh kalo lu belom kenal sama aku, pasti saya keliatan pendiem. Padahal aslinya bawel. Terus kadang kalo udah marah suka kasar. Lebih kasar daripada anak alay yang pake piercing di pinggir jalan.

Begitu juga gw ngeliat orang.
Ada orang yg aku kira sempurna.
Pokoknya, kalok ditulisin di note ini, ga bakal cukup.
Baiknya luar biasa. tapi kayanya dia baik bukan cuma sama aku aja. Jadi aku tu cuma lebay aja nganggep semua kebaikan dia selama ini. (tu kan bahasanya lebay)
Waktu dia bilang 'iya sayang'. Aku udah seneng aja. Padahal temen aku aja laki laki malah. Di panggil gitu jugak. Ya kan. Aku tu cuma lebay nafsirin semuanya.

Tp emg seriusan dia tu baik.
aku bilang kalo dia tu org paling perfect didunia ini.
Tapi ya ternyata gue salah.
Bukan masalah besar si.
ga penting juga. Toh itu ma urusan dia mau jadi anak ga bener juga. Hanya saya cuma menyesali. Ke perfek-an nya itu harus luntur hanya karena sebuah kelakuan minus. Jujur aja saya ilfil setengah mati setela gue tau dia begitu..

Yah tapi susah juga ya. Saya mau tetep seneng sama dia, dianya bikin ilfil. Saya mau benci sama dia, dianya baik. Saya mau biasa aja. Saya ga bisa biasa.

Jadi saya bingung.
Apa saya mesti lupain aja?
Susah tapi.
Dulu udah sempet lupa sama dia.
Tapi dianya muncul lagi sekarang ini.

uh oh, your gingsul drives me insane. Uh, no. Turn my insanity to the max.

huahuahaoahah..
I'm not in a good mood for 'galau'ing. And 'gombal'ing right now. But my writing instinct just coming in. And idk what should i write on this note. So i'll write about your fucking gingsul that makes me melting like a popsicle. Hahahaa.
First time i saw you, i don't really care with what do you always do. I don't know who are you. And i didn't pay attention too freakin much if you laughing, or smiling, or flirting, or whatever.

Aaaa... About this month i just realize. How cuddly are you.hahahaah. You always seem with your frown face. But when you begin to talkin with me, you started to smiling..then you laughing until your fucking gingsul appear. And freeze my eyes.

Zlaap....
OMGEEz. I've crushed with you.
I swear i'll waiting for your next smile. Uh oh. I do like you. I really do ;)

IDK how many times i said 'don't playing with teletubbies,dear!' but you still waving your hand with 'eh oh..'

'why?'

Huh? You asked me 'why?' ??!!
'why?' !!?????!!

How morron you are!
Even you ask me that question with your half-cutted head. I won't say anything to you.
Go! ask it to Tinky Winky !!
I heart you by the way, but, you're still Yuck fou!