Pernah baca dongeng yang bisa kau pilih sendiri alur ceritanya? Atau... Salah satu serial Goosebumps yang punya berbagai macam ending yang tergantung oleh pilihan mu sendiri. Pernah? Tidak? Yasudahlah, aku tidak memfokuskan pada serial itu atau dongeng apapun.
Bagaimana kalau pepatah 'semua diatur oleh yang Maha Kuasa' ?? Aku yakin banyak yang tahu.
Menurutku, pepatah itu tidak sepenuhnya benar. Tuhan memang mengatur jalan cerita kehidupan kita, tapi dia tidak hanya memberi 1 jalan. Aku tidak tahu ada berapa, tapi yang pasti banyak sekali. Yang pasti ini sangat berbeda jika kalian membaca serial Goosebumps itu, kita tidak bisa meng-cancel pilihan yang sudah kita pilih jika semua berakhir tidak seperti apa yang kita harapkan. Kita tidak bisa membalik kertas itu lagi untuk mengulangi pilihan-pilihan itu. Jika kita salah pilih, maka endingnya pun akan berbeda...
Yah, ada sedikit pengalaman pribadi-hahaha.
Oke, jadi awalnya, ada seorang anak yang dulu aku suka, minta bantuanku. Tapi yang bikin sebal, dia tidak mau repot. :/ lalu aku malah menjawabnya asal dan lumayan kasar. Tidak, bukan makian, tapi semacam kalimat penolakan yang langsung pada sasaran.
(sebentar, aku merasa pernah menulis ini -,- deja vu mungkin)
Sejak saat itu dia berbeda. Tidak lagi bertanya dengan baik - seperti mengirimkan emotikon yang uh oh makes me melt.haha. Kalau saja saat itu, aku tetap bersikap baik sama dia, pasti sekarang...
Sudahlah, kalau aku ceritakan dengan detail, pasti orangnya tahu.
Mulai sekarang, aku akan memilih semuanya baik-baik. Tidak ada yang sia-sia di dunia ini. Jadi, jangan pernah meremehkan sesuatu, bahkan setitik debu sekalipun.
klik >> (o^^o)
Selasa, 12 April 2011
I Love "Dancing in The Rain"
Saya tida tahu dan saya yakin anda pun tidak tahu. -,- ya bahkan saya tidak mengerti.
Kayak yang udah saya bilang di note sebelumnya.. Hem.. Gimana nulisnya yah..
Oke, kita gunakan filosofi saja, karena saya lebih mudah menceritakan sesuatu menggunakan peribaratan.
Nah, gini..
Ada seorang anak perempuan aneh berbaju lusuh--sebagian penduduk desa itu mengkategorikan dia sebagai gadis gila, sedang bermain hujan.. Walaupun langit gelap, kadang kilat dan gemuruh berdatangan dia tetap gembira bermain dibawah hujan. Lalu ada seorang laki-laki yang memberinya payung berwarna pelangi--indah sekali.. Perempuan itu ngga tahu apakah ia akan menerima atau justru membuang payung itu.. 'cepat ambil payung ini.. Nanti kamu sakit..'
Kata laki-laki itu.
Perempuan itu memang senang sekali, tapi.. Dia lebih senang bermain di bawah hujan.
Ya, dia nggak nolak payung itu, tapi meskipun pada akhirnya dia menerima payung itu, dia ngga akan menggunakannya. Karena dia memang lebih senang berhujan-hujanan. Meskipun pada akhirnya laki-laki itu menyerah, dan lantas meninggalkan perempuan itu di bawah hujan.
'banyak yang lebih butuh payungmu daripada aku~'
Ucap gadis itu lirih.
Hellyeaaahh.
Haha. Begitulah kira-kira deformasi keadaan saat ini di otak saya yang penuh cerita dongeng murahan. haha. Saya harap anda ngerti :)
Kayak yang udah saya bilang di note sebelumnya.. Hem.. Gimana nulisnya yah..
Oke, kita gunakan filosofi saja, karena saya lebih mudah menceritakan sesuatu menggunakan peribaratan.
Nah, gini..
Ada seorang anak perempuan aneh berbaju lusuh--sebagian penduduk desa itu mengkategorikan dia sebagai gadis gila, sedang bermain hujan.. Walaupun langit gelap, kadang kilat dan gemuruh berdatangan dia tetap gembira bermain dibawah hujan. Lalu ada seorang laki-laki yang memberinya payung berwarna pelangi--indah sekali.. Perempuan itu ngga tahu apakah ia akan menerima atau justru membuang payung itu.. 'cepat ambil payung ini.. Nanti kamu sakit..'
Kata laki-laki itu.
Perempuan itu memang senang sekali, tapi.. Dia lebih senang bermain di bawah hujan.
Ya, dia nggak nolak payung itu, tapi meskipun pada akhirnya dia menerima payung itu, dia ngga akan menggunakannya. Karena dia memang lebih senang berhujan-hujanan. Meskipun pada akhirnya laki-laki itu menyerah, dan lantas meninggalkan perempuan itu di bawah hujan.
'banyak yang lebih butuh payungmu daripada aku~'
Ucap gadis itu lirih.
Hellyeaaahh.
Haha. Begitulah kira-kira deformasi keadaan saat ini di otak saya yang penuh cerita dongeng murahan. haha. Saya harap anda ngerti :)
Langganan:
Postingan (Atom)